Pertolongan Pertama Saat Tersiram Air Panas

brm

Admin

BRM

Kamis, 28 Maret 2019 15:01:17

Pertolongan Pertama Saat Tersiram Air Panas - Menurut American Burn Association, di Amerika Serikat setidaknya 486 ribu orang masuk dan meninggalkan ruang gawat darurat setiap tahun karena luka bakar mereka. Para ahli mengatakan bahwa luka bakar yang disebabkan oleh uap atau cairan panas adalah luka bakar yang paling umum dialami oleh orang dewasa dan anak-anak. Lalu, bagaimana Anda menangani luka bakar yang disebabkan oleh air yang melepuh?

1. Netralkan Suhu Kulit

Pertolongan pertama ketika tersiram air panas perlu Anda lakukan adalah menghapus sumber panas. Bagaimana caranya? Menurut para ahli, seperti dilansir The National Health Service, Inggris, jika Anda tersiram air panas, segera dinginkan luka bakar dengan air hangat atau dingin (4-15 derajat Celcius) selama 20 menit. Anda juga dapat menggunakan suhu kamar selama 30 menit.

Ingat, jangan dinginkan kulit dengan air es (1-4 derajat Celcius) atau es. Pertolongan pertama ini bertujuan untuk membuat suhu kulit netral kembali dan meminimalkan luka bakar. Singkatnya, apa pun yang menyebabkan luka bakar yang baik tersiram air panas oleh besi, api, yang harus Anda lakukan adalah menyirami bagian yang terkena dengan air mengalir.

2. Jangan Berasal dan Memecahkan

Tidak sedikit orang menggunakan pasta gigi, kecap, dan bahkan mentega untuk mengobati luka bakar. Padahal, kata sang pakar, ini sangat salah. Sebab, pasta gigi, kecap, atau mentega bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari tubuh. Nah, ujung-ujungnya justru bisa menghambat proses penyembuhan.

Tidak hanya itu, hindari juga mengolesi kulit dengan minyak atau bahan lain yang bisa memerangkap panas pada kulit. Pakar itu berkata, ini akan membuat luka bakar semakin parah.

Ada kalanya luka bakar membuat kulit melepuh. Sekarang, untuk diingat, jangan pernah melepuh, apalagi membuang kulitnya. Kedua hal ini akan meningkatkan risiko infeksi. Anda cukup mengoleskan luka dengan kasa steril yang telah dibasahi dengan NaCl atau cairan rivanol yang bisa Anda dapatkan di apotek terdekat.

3. Minum obat

Jika luka bakar yang disebabkan oleh tersiram air panas membuat rasa sakit, tidak ada yang salah dengan mengambil obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol. Selain itu, menurut para ahli dari Institut Kanker Kulit di Texas, AS, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin, dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat peradangan kulit.

Perlu diingat, mintalah saran dokter sebelum mengambil obat-obatan di atas. Kemudian, ikuti cara menggunakannya sampai luka bakar terasa lebih baik.

4. Evaluasi Luka Bakar

Untuk mengobati luka bakar di rumah karena air terciprat dengan air panas, Anda harus jeli dengan perkembangan kondisi luka. Misalnya, jika lepuh menjadi merah dan membesar, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Tidak hanya itu, segera cari bantuan medis jika terjadi hal-hal berikut:

- Lepuh terbakar pada wajah, tangan, lengan, kaki atau alat kelamin

- Ukuran luka bakar menjadi lebih besar dan lebih dalam.

- Luka bakar yang menyebabkan kulit putih atau gosong, baik kecil atau besar.

- Rasa sakitnya tidak berkurang.

- Seseorang yang terbakar merasa tidak sehat atau menderita diabetes.

Baca Juga : https://www.brmherbal.com/madu-anak

Vitamin Anak

Madu Anak Pintar

Reply


Silahkan login terlebih dahulu