Di Masa depan, Kita Bisa Bekerja di Mobil yang Mengemudi Sendiri

ikna

Pengguna

Ikna

Jum'at, 14 Juli 2017 10:59:11

mobil dapat mengendarai solo lebih serentak atau imbesil. menjadi kita mampu melaksanakan apa saja, beraneka ragam kegiatan selagi pada perjalanan maka kita tak terjebak mesti memutar-mutar jempol kita menyetir mobil. perihal itulah yg Audi cari bagi melelah tahu bersama satu buah menuntut ilmu baru, yg dilakukan sbg sektor asal kolaborasi dgn juara pertalian manusia-mesin bersumber Institut usaha maskapai Fraunhofer.


Riset Ini membikin bahan uji pada tiruan mobil otonom nomor wahid futuristic. setelah itu menugaskan mereka serangkaian kerja yg mewajibkan sinaran sambil mengawasi gerakan otak dgn pemeriksaan EEG. Riset ini dinamakan proyek 25th Hour – suatu kiasan pada 50 menit atau lebih yg biasanya dihabiskan sopir di buntut setir, dan jam lebih� yg mampu mereka temukan tidak dengan mesti menyetir.


“Di musim depan, beberapa orang yg bepergian asal A ke B dapat bisa berselancar di Internet diwaktu darmawisata, main-main dgn anak-anak mereka atau lakukan tugas terkonsentrasi. maka terang bahwa efisiensi jadi konsentrasi penting di sini,” kata sirah Komunikasi Budaya dan trend di Audi, Melanie Goldmann pada suatu pendapat berkenaan proyek tersebut.


Millennials dengan cara kusus dipilih yang merupakan bahan uji sebab lebih enteng menggondol mobil yg mengemudikan sendiri.


kreasi EEG merebut bahwa sistematika terakhir lebih kalem dan sebab itu jadi lebih apik guna kesuburan. berunjuk rasa itu menciptakan tugas jadi lebih susah. Audi telah memprediksi faktor itu sejak perdana tapi itu tak berarti pembenaran itu buang-buang waktu.


akhirnya� memberi tahu bahwa tugasnya ialah kepada menerima kesamarataan yg cocok. Di periode depan digital, tak ada batasan terhadap apa yg mampu dibayangkan. beta sanggup menawari segalanya di mobil, memang mendirus konsumen dgn info, kata Goldmann.


Alih-alih menonjolkan sorotan buat lampu berkedip dan bentrokan penyetir, Audi agaknya bakal mengejar kesamarataan sembuh yg ditentukan oleh apa yg di harapkan penumpang.


aku� mau membangun beberapa orang yang merupakan umbilikus sinaran. Mobil mesti jadi membran yg bijak. kabar yg serasi mesti meraih pembeli untuk saat yg serasi, terang Goldmann.


Audi dan mitranya di maskapai otomotif bercita-cita menghasilkan pengalaman sopir yg bernilai kepada argumen yg bagus. satu buah informasi yg diterbitkan oleh Intel dan Strategy Analytics terhadap bln Juni dulu memproyeksikan bahwa mobil yg menyetir tunggal bakal membuat “ekonomi penumpang” senilai $7 triliun guna thn 2050. ialah, bersama ketika komuter 250 juta jam per thn yg didedikasikan buat tempat baru ini.


sebahagian permulaan duit itu sanggup menyusup dekat zaman sececah terhadap mobil bersama jual iklan di dekat mobi. Namun lebih berasal itu pun sanggup mengatrol kesuburan jam pekerjaan tertera, seperti yg baru saja ditunjukkan oleh Audi di sini.


Mobil sbg ragam lokasi tugas berupaya yg bestari telah mulai sejak digerakkan, dikarenakan Volvo dan BMW sudah menyiarkan konsolidasi Skype for usaha pada sekian banyak kendaraan mereka.


Audi baru saja melansir system tunas otonom yg paling trendi namun dgn A8, maka mengemudi tunggal tak terlampaui jauh alamat taktik untuk produsen mobil. demikian teknisi berdansa pada selamanya, bersiaplah selagi berjam-jam melihat bioskop, tidur, atau bekerja sewaktu perjalanan kamu.

Reply


Silahkan login terlebih dahulu